Jumat, 14 Agustus 2026 — Yayasan Abdul Djamil Tebuireng 17 menerima kunjungan dari Tebuireng Pusat. Kegiatan berlangsung di area pendopo Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 dan diawali dengan sambutan dari pihak pondok. Acara kemudian dilanjutkan dengan kultum singkat yang disampaikan oleh K.H. Abdul Agus Mughni dengan tema manfaat ilmu. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa ilmu yang dimiliki merupakan wasilah atau perantara yang diperoleh melalui jasa dan bimbingan para guru. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta dialog bersama santri.
Dalam sesi dialog, salah seorang santri bernama Hanafi menyampaikan pertanyaan mengenai arahan dan saran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok. Menanggapi pertanyaan tersebut, K.H. Abdul Agus Mughni menekankan pentingnya kesadaran bersama antara guru dan santri dalam menjalankan proses pendidikan. Menurut beliau, guru memiliki tanggung jawab untuk mengajar, sedangkan santri bertugas untuk belajar dengan penuh kesungguhan. Keduanya harus dijalankan secara istiqamah melalui kedisiplinan dalam mempelajari ilmu agama maupun ilmu umum, menghargai waktu, serta menaati peraturan pondok. Beliau juga berpesan agar seluruh santri senantiasa semangat dan istiqamah dalam belajar. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto.
Kegiatan selanjutnya berlangsung di ruang meeting dengan agenda pemaparan perkembangan Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 dan SMP Persada Insan Nusantara. Dalam sesi tersebut, pihak pondok dan sekolah menyampaikan profil, program, kegiatan harian santri, ekstrakurikuler, serta berbagai kegiatan rutin yang telah dilaksanakan. Pemaparan diawali dengan penayangan video profil dari Pondok Pesantren Abdul Djamil dan SMP Persada Insan Nusantara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan bincang santai mengenai berbagai program yang telah berjalan, sebelum memasuki waktu istirahat, salat, dan makan (ISHOMA).
Usai ISHOMA, rombongan Tebuireng Pusat melanjutkan kegiatan dengan meninjau secara langsung berbagai fasilitas dan aktivitas pendidikan, mulai dari asrama, ruang kelas, laboratorium lapang, workshop batik, hingga laboratorium agriculture di PT Sultan Farming Indonesia (SULFI). Dalam kunjungan tersebut, salah seorang santri bernama Hilmy menyampaikan pertanyaan mengenai perubahan yang terlihat setelah dilakukan peninjauan. Menanggapi hal tersebut, K.H. Abdul Agus Mughni mengungkapkan rasa bangganya melihat perkembangan kawasan yang sebelumnya masih berupa persawahan dan kini telah berkembang menjadi area peternakan sekaligus sarana edukasi bagi santri. Beliau menilai bahwa santri tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam beternak, tetapi juga belajar mengelola usaha peternakan, mulai dari pemeliharaan, penetasan, hingga proses pemasaran.
Di akhir kunjungan, K.H. Abdul Agus Mughni menyampaikan harapan agar santri tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjadi seorang pengusaha. Beliau berharap lahir generasi santri yang memiliki keseimbangan antara ilmu agama, ilmu umum, dan keterampilan berwirausaha. Menurutnya, santri perlu dibekali kemampuan untuk menjadi pribadi yang mandiri dan mampu membangun usaha sehingga kelak dapat turut mengembangkan pondok pesantren. Pesan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus menjaga kedisiplinan, memperkuat semangat belajar, serta mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki sebagai bekal menuju kesuksesan di masa depan.