Sokaraja – Rabu (20/5/2026), semangat Hari Kebangkitan Nasional terasa berbeda bagi para siswa Santripreneur Club SMP Persada Insan Nusantara. Dalam rangka menumbuhkan jiwa mandiri dan karakter kewirausahaan islami, para siswa melakukan kunjungan edukatif ke salah satu laboratorium agriculture milik Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17, yaitu PT Sultan Farming Indonesia bagian peternakan sapi.

Kegiatan ini menjadi bagian nyata dari visi sekolah dalam membentuk generasi rabbani yang cakap, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui program santripreneur di bidang pertanian, peternakan, perikanan, serta berbagai sektor produktif lainnya. Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan untuk membangkitkan semangat belajar, bekerja, dan berwirausaha sejak usia muda.

Kepala SMP Persada Insan Nusantara, Mohammad Husain, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk bangkit menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan memiliki semangat wirausaha. Menurut beliau, pembelajaran tidak cukup hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga harus melalui pengalaman nyata di lapangan.

“Anak-anak harus belajar langsung bagaimana proses beternak, merawat hewan, hingga memasarkan hasil usaha. Dari sini mereka belajar tanggung jawab, kerja keras, kedisiplinan, serta jiwa kemandirian. Semangat kebangkitan hari ini harus diwujudkan dengan semangat berkarya dan berwirausaha,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Di lokasi peternakan, para siswa tidak hanya melihat proses pemeliharaan sapi secara langsung, tetapi juga belajar mengenai manajemen peternakan modern, perawatan kesehatan hewan, hingga strategi pemasaran sapi menjelang Hari Raya Idul Adha. Suasana peternakan terlihat semakin ramai karena banyak calon pembeli mulai berdatangan untuk mencari hewan kurban berkualitas.

Para siswa tampak antusias saat mengikuti praktik lapangan bersama tim peternakan. Mereka belajar memberi pakan, mengenali kondisi kesehatan sapi, hingga memahami bagaimana cara melayani pembeli dengan baik. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga karena siswa dapat melihat langsung proses bisnis peternakan dari hulu hingga hilir.

Selain praktik lapangan, siswa juga melakukan observasi dan wawancara bersama Mas Genta dari Dinas Peternakan UPT Kesehatan Hewan yang rutin melakukan monitoring di PT Sultan Farming Indonesia. Dalam keterangannya, Mas Genta menjelaskan pentingnya perawatan dan pengawasan kesehatan hewan secara berkala.

“Untuk monitoring sekaligus perawatan saya lakukan langsung bersama karyawan setiap hari. Sapi-sapi di sini diberi pakan empat kali sehari. Saat ini jumlah populasinya sekitar 80 ekor dan masih bisa bertambah. Untuk asal sapi, kebanyakan dikirim dari Banjarnegara dan Madura,” jelasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kesehatan hewan menjadi prioritas utama, terutama menjelang Idul Adha, agar sapi yang dijual benar-benar sehat, layak, dan memenuhi standar hewan kurban. Oleh karena itu, proses pengecekan kesehatan dilakukan secara rutin dan menyeluruh.

Kegiatan edukatif ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa bahwa dunia peternakan bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan peluang usaha besar yang membutuhkan ilmu, kedisiplinan, ketekunan, serta kemampuan pemasaran yang baik. Melalui program Santripreneur Club, SMP Persada Insan Nusantara terus berupaya menghadirkan pendidikan berbasis praktik nyata agar siswa memiliki pengalaman langsung dalam membangun mental wirausaha sejak dini.

Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, para siswa diajak untuk bangkit menjadi generasi muda yang produktif, berkarakter, serta mampu menciptakan peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.