Sokaraja, 20 Juli 2026 – Siswa SMP Persada Insan Nusantara mengikuti kegiatan Workshop Batik dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan dosen Universitas Jenderal Soedirman. Kegiatan berlangsung di Pendopo Abdul Djamil mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.
Workshop ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja H. Imam Purwanto, dosen dan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, santri Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17, siswa SMP Persada Insan Nusantara, karyawan Toko Batik Anto Djamil, para pembatik, serta masyarakat sekitar.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Yayasan sekaligus pemilik Toko Batik Anto Djamil, H. Imam Purwanto. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu dosen, mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, para santri, siswa, pembatik, karyawan, dan seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Semoga kegiatan ini menjadi wadah untuk saling belajar, berbagi ilmu, serta bersama-sama melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa sekaligus membuka wawasan tentang pengembangan batik di era modern," ujar H. Imam Purwanto.
Selanjutnya, materi pertama disampaikan oleh Dr. Arief, dosen Universitas Jenderal Soedirman, yang menjelaskan mengenai program pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari pelaksanaan workshop tersebut. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, khususnya di bidang industri batik.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Siti, dosen Universitas Jenderal Soedirman, mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu sumber inspirasi dalam menciptakan motif batik. Dalam paparannya, peserta dikenalkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai ide motif yang inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan filosofi batik Indonesia.
Sesi terakhir dibawakan oleh Nanda Dwi Agustin, mahasiswa Program Studi Manajemen Internasional Universitas Jenderal Soedirman. Ia memaparkan proses manajemen usaha batik secara menyeluruh, mulai dari proses produksi, pengelolaan kualitas, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran agar batik mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai proses membatik, tetapi juga memahami pentingnya inovasi, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan usaha dalam mendukung perkembangan industri batik di masa depan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta terjalinnya sinergi antara Universitas Jenderal Soedirman, Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17, SMP Persada Insan Nusantara, Toko Batik Anto Djamil, dan masyarakat dalam upaya melestarikan sekaligus mengembangkan batik Indonesia.